Feed on
Posts
Comments

Casello in action

Tonti Casello 2009

Pawai baris berbaris memperingati HUT Kem RI ke 64

Dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 64, kabupaten Kulon Progo mengadakan aneka kegiatan. Diantaranya tanggal 17 diadakan upacara pengibaran bendera yang dipusatkan di Alun-alun wates, sebagai ibukota kabupaten Kulon Progo.

Kemudian pada tanggal 18 Agustus 2009 diadakan pawai baris-berbaris yang dipusatkan di alun-alun wates juga. Bertolak dan start dari depan tribun kehormatan di depan kantor bupati wates, para peserta menempuh rute hampir puluhan kilo. Dengan rute memutar alun-alun wates ke timur, melewati depan palang pintu kereta api sebelah timur, kemudian dilanjutkan ke jalan watulunyu, melewati depan area kantor pemerintahan dan kantor DPRD kabupaten Kulon Progo. Kemudian belok kiri dan tembus di KUD wates lurus, ke perempatan UNY, belok kanan dan finish di alun-alun wates lagi.

Dalam kesempatan ini Tonti Casello Wates menerjunkan 4 pleton dengan 2 pleton cowok dan 2 pleton cewek, dan satu pleton lagi sebagai pengibar bendera merah putih di bagian ujung depan. Dengan bertambahnya jumlah pasukan casello yang tahun lalu hanya berjumlah 2 pleton saja, sedangkan tahun ini menjadi 4 pleton diharapkan dapat memeriahkan pawai kali ini. Dengan dukungan penuh dari alumni tonti sebelumnya, maka diharapkan pula trophy juara dapat diraih oleh Tonti Casello ini.

“212 … Yes … 212 … Yes  … 212 … Yes … ” begitulah yel-yel yang diteriakkan hampir 100 penonton (suporter) yang didatangkan langsung dari casello saat mereka sudah pulang sekolah. Casello, tetaplah jaya. Harumkan namamu di mata dunia. (foto dapat dilihat di flickr casello).

Dari detik.com

Jakarta - Jangan terlalu lengkap memasang profil diri dan foto di Facebook! Jangan terlalu gampang berteman di Facebook! Waduh, seruan tersebut tentunya tidak terlalu populer, atau cenderung diabaikan, bagi para Facebooker sejati. Ya memang, karena dengan bergesernya konsep dan ide sebuah pertemanan, maka tak apalah pada kenyataannya kita hanya punya segelintir teman di dunia nyata sepanjang punya berjibun (ratusan, ribuan) teman di situs jejaring sosial.

Seolah-olah dengan demikian keeksisan Anda adalah seberapa banyak teman yang dimiliki. Padahal dengan semakin banyak teman, yang kadang hanya teman sekedar kenal atau bahkan tak ingat lagi siapa dia atau bertemu dimana, maka semakin rentan terekspos data diri kita ke pihak-pihak di luar kontrol kita. Walhasil, dengan demikian Anda akan semakin mudah menjadi korban ‘impersonation‘.

Agar kasus tersebut tidak terulang kepada siapapun, maka ada baiknya langkah-langkah pencegahan berikut ini bisa dijalankan ketika di dunia Facebook:
1). Jangan terlalu lengkap memasang profil atau data diri di Facebook. Tentunya semakin lengkap profil/data diri terpasang, semakin mudah mendapatkan teman. Tetapi di sisi lain, semakin beresiko pula data diri kita disalah-gunakan (abused)
2). Jangan memasang foto-foto diri Anda yang sekiranya Anda sendiri tidak akan merasa nyaman apabila foto tersebut tersebarluaskan secara bebas. Ingatlah, walau foto tersebut “hanya” diposting di akun Facebook Anda, sebenarnya itu sama saja dengan menyebarlukaskan foto tersebut ke publik. Sekali terposting dan tersebar, maka sangat sulit (dan nyaris mustahil) Anda bisa mencabut foto Anda dari Internet. Maka, selektiflah dalam berpose dan memposting foto Anda.
3). Jangan sembarangan ‘add friend‘ atau melakukan approval atas permintaan seseorang untuk menjadi teman Anda. Cara memilah dan memilihnya mudah, yaitu lihat saja berapa jumlah “mutual friends” antara Anda dengan seseorang tersebut. Semakin sedikit “mutual friends“-nya, berarti semakin sedikit teman-teman Anda yang kenal dengan dirinya, yang berarti semakin beresiko tinggi. Pastikan Anda hanya menerima “pertemanan” yang “mutual friends“-nya cukup banyak.
4). Jangan sembarangan menerima tag photo. Bolehlah kita “banci tagging“, tetapi berupayalah lebih selektif. Artinya, sekali Anda terjun ke Facebook, rajin-rajinlah memeriksa “keadaan sekeliling”. Karena kita kadang menemukan foto diri kita yang di-upload dan di-tag oleh orang lain, padahal kita tidak suka foto tersebut disebarluaskan. Segera saja kita “untag” diri kita dari foto tersebut dan kalau perlu minta teman kita yang melakukan upload foto tersebut untuk mencabutnya.
5). Jangan tunda-tunda, ketika Anda menemukan data atau profil Anda digunakan oleh pihak lain untuk hal-hal di luar kontrol Anda, segeralah bertindak. Membiarkannya, justru akan membuatnya makin berlarut dan berdampak destruktif, setidaknya untuk kenyamanan diri sendiri. Laporkan langsung ke pengelola layanan tempat kejadian ‘impersonation‘, untuk segera mencabut informasi aspal (asli tapi palsu) tersebut. Atau, mintalah bantuan pada orang atau pihak yang sekiranya bisa atau paham bagaimana mengatasi hal di atas.

Baca  artikel selengkapnya di detikINET

Older Posts »